Home

ABC Login

Online

Tidak Ada

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday122
mod_vvisit_counterYesterday160
mod_vvisit_counterThis week804
mod_vvisit_counterThis month5217
mod_vvisit_counterAll99956
Welcome to Atjeh Bicycle Community
“LHOK MATA IE” Keindahan Yang Tersembunyi PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Adirod Tardi   
Selasa, 25 Mei 2010 00:00

 

 

 

Selanjutnya...
 
Indahnya pemandangan persawahan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Adirod Tardi   
Sabtu, 01 Mei 2010 00:00

Pagi adalah waktu yang tepat untuk bersepeda dipematang sawah, segarnya udara pagi serta indahnya cahaya matahari yang jatuh dipersawahan membuat hijaunya pematang sawah langsana permadani hijau yang terbentang luas diapit perbukitan yang memanjang sepanjang mata memandang.

Pemandangan ini bisa dinikmati di persawahan uUleekareng dan Blangbintang. Jika anda memulai start di kota anda bisa memulai bersepeda melaui tanggul sungai aceh atau biasa yang dikenal dengan krueng Aceh, kemudian memasuki politekhnik Aceh melewati deretan pohon pinus disisi sungai Aceh , sampai dijembatan Ulekareng anda berbelok kekanan memasuki persawahan. Selain persawahan anda juga akan melewati perumahan tradisional Aceh yang masih sangat terjaga dan masih asli, kemudian anda akan menemukan penduduk local yang ramah. Jangan heran bila anda yang bersepeda akan dipanggil dengan sebutan “bule” meskipun kulit anda tipikal asia, atau hitam sekalipun.

Setelah itu anda akan masuk ke daerah Blangbintang melintasi tugu  bandara Iskandar Muda dan kembali masuk kepersawahan yang sangat indah dan tetap diapit oleh bukit barisan yang membentang. Di sekitar bandara anda bisa beristirahat sambil menikmati kopi Uleekareng yang lejat serta jajanan pasar atau jika anda beruntuk anda akan disuguhi buah jeruk bali yang sangat lezat. Selain menikmati pemandangan sawah dan alam Aceh, anda juga bisa melihat proses produksi padi menjadi beras serta kegiatan pembuatan batubata yang  tradisional.

 

Selamat bersepeda.

Selanjutnya...
 
Perjalanan luar biasa Rahma Yunara PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Adirod Tardi   
Kamis, 29 April 2010 08:00

Rahma dan yunara adalah sepasang suami istri asal Bandung Jawabarat. Mereka berdua adalah pasangan tunarungu. Rahma (30 tahun) sedangkan Yunara (33 tahun) Mereka menikah tujuh tahun lalu dan sekarang memiliki seorang putri yang berumur empat tahun. Sehari setelah kabar pembatalan kedatanganya dari B2W pusat om Toto Sugito, akhirnya Rahma dan Yunara memberi kabar kepastian kedangan mereka ke Aceh setelah Rahma melakukan pemeriksaan mata di Jakarta.

Rabu sore (21/04) di Bandara Iskandar Muda Aceh kami berempat dari ABC menjemput tamu istimewa dengan menggunakan mobil pic up yang di fasilitasi oleh toko sepeda Serikat. Sepasang manusia Luar biasa dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya mampu mengayuh sepeda berkeliling Indonesia, dari tempat tinggal mereka di Bandung kemudia ke Jakarta bertemu dengan Menteri Dalam Negeri H. Mardiyanto serta pengurus B2W (Bike to Work) untuk mengutarakan misi mereka mengayuh sepeda ke 33 provinsi di Indonesia. Keinginan itu disambut baik sang Menteri, dan pada tanggal 11 Agustus 2009 mereka berdua dilepas langsung dihalaman gedung kementrian dalam negeri mereka akan mengelilingi Indonesia dengan bersepeda

Sebelum ke Aceh Mereka telah melintasi Jawa, Bali, Lombok, NTT, NTB, Sulawesi, Papua dan Kalimantan, Aceh adalah provisi ke 23 yang akan mereka lintasi dan pelajari adat istiadat serta kebudayaanya sebagai bagian kazanah budaya bangsa yg kaya akan keberagaman serta mengkampenyekan sepeda sebagai alat transportasi dan sebagai bagian dari upaya kampanye kepada pemerintah daerah dalam kepekaan terhadap pengambilan kebijakan Pemda terhadap orang yg memiliki kekurangan.  Para pesepeda Aceh khususnya B2W chapter Aceh sangat berantusias ingin berjumpa serta membantu kelancaran kegiatan mereka selama berada di Banda Aceh, mulai dari bertemu dengan pejabat di pemerintah daerah maupun menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan.

 

Selanjutnya...
 
Sepeda Peduli Bencana PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh +Infanto,Arie   
Sabtu, 05 Desember 2009 16:04

 

 photograph by: +Infanto-Arie, Wanhar dan Chaidir Mahyuddin.

 

Sudah 2 minggu sejak persiapan panitia pelaksanaan mulai digiatkan, hujan turun terus menerus di Banda Aceh. Kalaupun berhenti, tetap dibumbui gerimis kecil.

Namun hujan bukan hambatan  melainkan tantangan yang harus dilewati, lihat saja para panitia tetap bekerja. Koordinasi-demi koordinasi dilakukan via email, Yahoo Messenger, Facebook, SMS dan Telepon mengisyaratkan semangat yang tak surut walau kini tak bisa dipungkiri kalau anggota ABC yang berdomisili di Banda Aceh tak sebanyak dulu lagi, namun tekat untuk menunjukkan kalau ABC exist tak surut selangkah pun.

Waktu semakin dekat, dan begitu banyak yang harus dipersiapkan. Tak jarang anak-anak ABC bekerja hingga larut malam. Belum lagi siangnya beberapa orang harus mengorbankan “pekerjaan utamanya” hanya untuk mengurusi kepanitiaan. Tujuannya cuma satu; “SUKSES”. Ini adalah kali keduanya kegiatan antara ABC (Atjeh Bicycle Community) dan TDMRC Unsyah (Tsunami and Disaster Mitigation Research) dilaksanakan. Talkshow radio di beberapa tempat berbuah sambutan hangat, bahkan dari daerah dan minta ABC buat kegiatan yang sama didaerah mereka. Sungguh menyentuh.

Hujam masih mengguyur Banda Aeeh di hari Sabtu itu, dimana panitia tengah sibuk memasang atribut acara, mempersiapkan dokument, memasang umbul-umbul bahkan hingga larut malam.

Namun Tuhan mampu berkata lain, Minggu, hari yang dinanti justru langit bersinar cerah, kekawatiran peserta sunyi karena hujan, di pagi harinya dijawab dengan tawa. Begitu ramai yang ikut mendaftar di tenda panitia. Pak Walikota juga hadir dan asik berbincang-bincang dengan panita dan peserta lainnya.

Pukul 08.07, acara dibuka dengan sambutan dari ABC, Ketua Panitia, Rektor UNSYAH dan dilepas oleh Walikota Banda Aceh, pak Mawardi.

Peserta dibawa berwisata edukasi, sejarah dan panorama. Melalui pesisir Krueng Aceh, melintas Kampung Jawa dan situs sejarah Kampung Pande lalu menyusuri garis pantai Utara, akhirnya tim singgah di gedung penyelamatan Dayah Baroe. Pemilihan jalur ini merupakan interkoneksi antara konsep bersepeda, wisata dan edukasi untuk memberikan informasi pada masyarakat akan pengetahuan kebencanaan. Sepanjang jalan, peserta dapat melihat rambu siaga bencana, melalui jalurnya hingga akhirnya berlabuh di Gedung penyelamatan.

Setelah beristirahat sejenak, peserta dibawa kembali berkeliling hingga berakhir di gedung TDMRC Ulee-Lhee. Sambil mengeringkan keringat yang bercucuran, peserta disuguhi minuman dari salah satu sponsor yang juga donor ABC untuk kegiatan ini. Sebelum kegiatan pembagian hadiah, peserta disuguhi angket tentang kebencanaan, untuk mengetahui sedalam apa pengertian peserta tentang kebencanaan. Setelah riuh rendah kegiatan penarikan undian oleh Panitia pada peserta, akhirnya kegiatan FUN bike tersebut ditutup tepat pukul 11.30 Wib.

Setelah berehat sejenak yang diisi dengan makan siang dan sholat Juhur, panitia dan penonton berbondong-bondong menuju sirkuit Peukan Bada, dimana sedari pagi panitia perlombaan telah sibuk mempersiapkan perlombaan. 

Dari 3 kelas yang diperlombakan akhirnya hanya 2 kelas yang mampu diperlombakan. Hal ini karena kelas junior tidak memenuhi jumlah quota untuk layak diperlombakan. Ahirnya, pertandingan dibuka dengan perlombaan kelas bergengsi; Kelas Man Elite Open, untuk usia 18 tahun keatas. Peserta berasal dari Lhokseumawe, Takengon, Bireuen dan  didominasi oleh peserta Banda Aceh. Trek sepanjang kurang lebih 1 Km, di gelar dengan 15 putaran/lap. Sungguh pertarungan yang luar biasa, para peserta berusaha keras melahap trek yang didominasi lumpur, tanah liat dan bebatuan dan saling bersaing ketat.

Akhirnya Posisi pertama dan kedua diduduki oleh Fajar dan Juliansyah yang keduanya dari Takengon dan juara ketiga diduduki oleh salah satu peserta dari Belanda (beliau gak ingin namanya dipublikasikan).

Duel dramatis juga ditunjukkan dalam pertandingan berikutnya; Kelas Tim Open yang diikuti oleh Tim BRAT dari Banda Aceh, Tim Takengon, Tim ADB dan Tim Bule (Belanda). Sedari awal Tim Takengon memimpin di putaran awal melalui pembalap perrtamanya, lalu disusul oleh tim Bule, ADB dan Tim BRAT. Hingga akhirnya Tim Takengon harus berhenti karena kerusakan pada sepedanya saat pembalap kedua melaju dan harus mendorong sepeda hampir 2Km dalam keadaan sepeda penuh lumpur dan jauh ditnggal peserta yang lain. Tim Bule dan Tim ADB melaju meninggalkan tim BRAT dan Takengon. Namun pada putaran akhir lap di pembalap kedua, tim ADB berhasil dipotong oleh tim BRAT. Dengan Pembalap ketiga, Tim Takengon mengejar ketinggalan demi ketinggalan. Satu persatu dikejar walau telah overlap. Setelah berhasil memotong pembalap ADB, pada putaran akhirnya, tim Takengon berhasil memotong pembalap BRAT dan mengukuhkan diri di posisi kedua. Hingga akhirnya posisi podium menjadi; Juara pertama: Tim Bule (Belanda), Juara Kedua: Tim Takengon dan juara ketiga: Tim BRAT (Banda Aceh). 

Sungguh minggu itu merupakan minggu terlelah buat teman-teman ABC. Beberapa petikan penting dari kegiatan ini adalah; Kalau kita mau dan bersatu, kita bisa dan mampu. Kebersamaan mengalahkan segalanya. Salam Gowes..... 

 

 
Publikasi Fun Bike dan lomba Cross Country PDF Cetak E-mail
Terbaru
Ditulis oleh Arie Infanto   
Senin, 16 November 2009 21:39

Syarat Pendaftaran

 

sepeda santai/FUN BIKE

  1. Menggunakan sepeda atau variannya
  2. Diikuti oleh anak dan orang dewasa. Namun untuk anak-anak sebaiknya di atas 12tahun.
  3. Hadir di Lapangan Blang Padang pada tanggal 22 November 2009 pukul 6.30 wib untuk melakukan daftar ulang dan menerima merchandize
  4. Disarankan menggunakan minimal standard pengamanan seperti, helm dan tidak menggunakan sandal.
  5. Sehat fisik dan mental.

 

Kompetisi CROSS COUNTRY

  1. Mengisi formulir pendaftaran. Formulir pendaftaran dapat diperoleh di tempat-tempat pendaftaran yang disediakan (Gedung TDMRC- Ulee Lhee, Toko sepeda Serikat, Warung Kopi Black and White, Canai Mamak) atau mengontak salah satu kontak person dalam poster dan selebaran.
  2. Formulir dapat juga dikirimkan via post, email ataupun kurir ke alamat panitia Gedung TDMRC-Unsyiah, Ulee Lhee. Atau ke alamat ABC – Atjeh Bicycle Community Jl. Rawa Sakti Barat X, Meulagu 5 no. 10 Desa Jeulingke, Kec. Syah Kuala, Banda Aceh. Atau mengembalikannya langsung ditempat formulir diperoleh.
  3. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 25.000,-
  4. Hadir pada tanggal 21 November 2009 pukul 15.00 wib di gedung TDMRC untuk technical meeting.

 

Kelas Yang diperlombakan:

  1. XC Junior; diikuti peserta berumur 12-18 tahun.
  2. XC Man Elite Open; diikuti oleh peserta dari semua berbagai tingkat usia yang dimulai dari 19 tahun sampai seterusnya.
  3. XC Tim Open; perlombaan beregu yang terdiri dari 4 regu dalam satu tim.

 

Kontak Person

Untuk informasi dapat menghubungi:

Dede Adam: 081370685711 ( Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya )

Betsy: 081213883338 ( Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya )

Ricardo: 081269731787 ( Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya )

Arie: 081269070420 ( Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya )

 

 
« MulaiSebelumnya1234BerikutnyaAkhir »

Halaman 1 dari 4