ABC Login
Online
Tidak AdaVisitors Counter







![]() | Today | 157 |
![]() | Yesterday | 177 |
![]() | This week | 1372 |
![]() | This month | 837 |
![]() | All | 107058 |
| Pulau Nasi |
|
|
|
| Ditulis oleh Dedy Istanto |
| Rabu, 18 Februari 2009 17:47 |
|
Cerita punya cerita kenapa Pulau ini dinamakan Pulau Nasi ternyata cukup sederhana. Konon pada saat waktu berlayar dari Pulau menuju daratan Banda Aceh ataupun sebaliknya, dengan berbekal sebungkus nasi masih bisa dapat dimakan atau tidak basi sampai tujuan. Sederhana namun logis, kenapa akhirnya pulau ini disebut Pulau Nasi. Pulau yang terletak di ujung barat Nanggroe Aceh Darusallam ini merupakan salah satu pulau yang berada diluar daratan Pulau Sumatera. Bila dilihat dalam peta secara geografis letaknya bisa dikatakan berada diujung daratan Sumatera. Pulau yang secara Administratif masuk kedalam struktur wilayah Kecamatan Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar ini merupakan salah satu pulau huni atau pemukiman yang terbagi menjadi 5 Desa yaitu Desa Deudap, Alue Reuyeung, Pasi Janeng, Lamting, dan Rabo. Dengan kondisinya yang berada tidak jauh dari daratan Banda Aceh, maka pulau ini cukup menarik untuk bisa dikunjungi. Pelabuhan Uleelheu menjadi salah satu tempat berlabuhnya para penumpang baik yang datang dari pulau maupun yang ingin pergi ke pulau. Boat istilah sebutan kapal motor bagi masyarakat menjadi sarana transportasi yang biasa digunakan ini memiliki 2 (dua) dermaga yang dijadikan berlabuhnya dari daratan Banda Aceh ke Pulau Nasi. Pelabuhan utama yaitu Dermaga Lamting, kemudian dermaga Deudap, yang kebetulan memang berada di Desa Deudap. Boat sebagai alat transportasi vital bagi masyarakat Pulau Nasi sebagai penghubung untuk kedaratan Banda Aceh. Dalam sehari, hanya ada satu trip pemberangkatan saja. Biasanya berangkat dari Pulau pagi hari jam 7.30 Wib sampai didaratan Banda Aceh kurang lebih sekitar jam 09.00 Wib. Kemudian pada siang harinya boat kembali berangkat jam 13.00 atau 14.00 Wib menuju ke Pulau. Terkadang waktu pemberangkatan maupun kembali juga bisa berubah, tergantung kondisi musim perubahan angin laut, baik timur maupun barat. Dalam seminggu perjalanan antar pulau hanya hari Jum’at saja boat tidak beroperasi, karena setiap hari Jum’at biasanya masyarakat di pulau meliburkan diri dengan mengisi waktu untuk bergotong royong di Desanya masing – masing. Keindahan alam laut Pulau Nasi Panorama laut yang indah dengan lambaian nyiur sudah menjadi ciri khas bagi pulau ini. Hamparan pasir putih yang begitu panjang, dengan pantai yang landai menjadi daya tarik tersendiri untuk dinikmati. Bagi kita yang memiliki hobby berlibur ke pantai, tempat ini juga bisa menjadi salah satu alternative untuk dikunjungi. Mempunyai hobby memancing, diving ataupun snorkeling, jangan khawatir tempat ini juga mempunyai hot spot untuk bisa dinikmati. Selain andalannya pantai dan laut, pulau ini juga terdapat tebing-tebing yang begitu cadas menjulang tinggi seperti sisa reruntuhan dari masa lalu. Disekitarnya terdapat sumber mata air yang menjadi sumber air bagi masyarakat di pulau. Dan satu lagi yang tidak kalah serunya yaitu kekayaan hasil alam lautnya, ikan, gurita, lobster maupun sotong. Tak heran maka masyarakat nelayan di Pulau ini setiap harinya bisa mengirim hasil tangkapnya untuk dijual kedaratan Banda Aceh. Berkunjung ke Pulau Nasi tidak ada salahnya, karena pulau ini bisa menjadi salah satu alternative untuk berlibur. Panorama Indonesia yang kaya akan Maritimnya membuat kita akan selalu menjaga kekayaan alamnya yang indah. Maka dengan berbekal nasi bungkus, kita sudah bisa menikmati keindahan alam laut Pulau Nasi yang begitu indah. Jalur Trek untuk Pulau Nasi : Ø Untuk berlabuh di Dermaga Lamting (jarak tempuh kurang lebih 10 kilometer menuju Desa Rabo. Kondisi jalur batu semen, tanah panjang tanjakan sekitar 5 kilo dengan ketinggian kurang lebih 30 – 40 derajat. Ø Untuk jarak dari satu desa ke desa lain kita hanya menempuh jarak 3 – 5 kilo ( tetap dengan kondisi jalur tanah dan menanjak) Catatan : Ø Jangan lupa untuk menikmati keindahan Mercusuar yang berada di Desa Deudap Ø Maaf sebelumnya saya tidak mencantumkan jadwal Kapal Feri yang sekarang sudah beroperasi untuk Banda Aceh ke Pulau Nasi. Mungkin dengan adanya Kapal Feri tersebut akan lebih mudah karena kapasitas kapalnya yang cukup besar, bisa menampung Sepeda lebih banyak kalo memang ada rekan yang ingin mencoba jalur di Pulau Nasi. Ø Kalau memang ada jadwal ke Pulau Nasi jangan lupa untuk ijin dahulu terhadap Keuchik setempat, ini untuk menjaga tali silahturahmi kita saja kepada masyarakat disana. Ø Terima kasih atas perhatiannya…..salam gowest
Selamat menikmati
|
| LAST_UPDATED2 |








