ABC Login
Online
Tidak AdaVisitors Counter







![]() | Today | 148 |
![]() | Yesterday | 177 |
![]() | This week | 1363 |
![]() | This month | 828 |
![]() | All | 107048 |
| Perjalanan luar biasa Rahma Yunara |
|
|
| Ditulis oleh Adirod Tardi | |||
|
Rahma dan yunara adalah sepasang suami istri asal Bandung Jawabarat. Mereka berdua adalah pasangan tunarungu. Rahma (30 tahun) sedangkan Yunara (33 tahun) Mereka menikah tujuh tahun lalu dan sekarang memiliki seorang putri yang berumur empat tahun. Sehari setelah kabar pembatalan kedatanganya dari B2W pusat om Toto Sugito, akhirnya Rahma dan Yunara memberi kabar kepastian kedangan mereka ke Aceh setelah Rahma melakukan pemeriksaan mata di Jakarta.
Sebelum ke Aceh Mereka telah melintasi Jawa, Bali, Lombok, NTT, NTB, Sulawesi, Papua dan Kalimantan, Aceh adalah provisi ke 23 yang akan mereka lintasi dan pelajari adat istiadat serta kebudayaanya sebagai bagian kazanah budaya bangsa yg kaya akan keberagaman serta mengkampenyekan sepeda sebagai alat transportasi dan sebagai bagian dari upaya kampanye kepada pemerintah daerah dalam kepekaan terhadap pengambilan kebijakan Pemda terhadap orang yg memiliki kekurangan. Para pesepeda Aceh khususnya B2W chapter Aceh sangat berantusias ingin berjumpa serta membantu kelancaran kegiatan mereka selama berada di Banda Aceh, mulai dari bertemu dengan pejabat di pemerintah daerah maupun menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan.
Satu minggu berada di Banda Aceh, Rabu pagi (28/04) bertempat di Tamansari Banda Aceh, Rahma dan Yunara meninggalkan Banda Aceh melalui pantai Timur menyusuri pulau sumatera hingga Bandar Lampung, Serang Banten dan akan finish dilapangan Tugu Monas Jakarta. Diperkirakan perjalanan menyusuri pulau sumatera yang terkenal dengan bukit barisan akan makan waktu tiga bulan sehingga mereka berdua akan menyelesaikan misi ini di bulan Agustus. Setelah berhasil mengelilingi Indonesia Yunara akan bersepeda mengelilingi dunia sebagai bagian kampenye penggunaan sepeda sebagai moda tranportasi dan mengkampanyekan penyetaraan terhadap tunarungu didunia, terutama untuk pemerintah yang diminta kepekaanya dalam pengambilan kebijakan. Di Aceh sendiri mereka telah banyak mempelajari budaya serta kebiasaan kota banda Aceh, mulai dari kuliner hingga merasakan duduk berlama-lama diwarung kopi. Semoga perjalanan menuju sumatera berjalan sesuai rencana tanpa halangan yang akan menghambat perjalanan mereka berdua.
Tak banyak cerita yang dapat digali tapi photo banyak menggambarkan makna yang terekam, semoga Aceh member arti tersendiri dihati mereka akan keberagaman, kebersamaan dan kekeluargaan yang terjalin. Selamat jalan Teman semoga Allah SWT selalu melindungi kalian sekeluarga dan apa yang dituju dan diimpikan tercapai. Amin.
|








Terimakasih kepada: Atjeh Bicycle Community