Home Berita Perjalanan luar biasa Rahma Yunara

ABC Login

Online

Tidak Ada

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday148
mod_vvisit_counterYesterday177
mod_vvisit_counterThis week1363
mod_vvisit_counterThis month828
mod_vvisit_counterAll107048
Perjalanan luar biasa Rahma Yunara PDF Cetak
Ditulis oleh Adirod Tardi   

Rahma dan yunara adalah sepasang suami istri asal Bandung Jawabarat. Mereka berdua adalah pasangan tunarungu. Rahma (30 tahun) sedangkan Yunara (33 tahun) Mereka menikah tujuh tahun lalu dan sekarang memiliki seorang putri yang berumur empat tahun. Sehari setelah kabar pembatalan kedatanganya dari B2W pusat om Toto Sugito, akhirnya Rahma dan Yunara memberi kabar kepastian kedangan mereka ke Aceh setelah Rahma melakukan pemeriksaan mata di Jakarta.

Rabu sore (21/04) di Bandara Iskandar Muda Aceh kami berempat dari ABC menjemput tamu istimewa dengan menggunakan mobil pic up yang di fasilitasi oleh toko sepeda Serikat. Sepasang manusia Luar biasa dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya mampu mengayuh sepeda berkeliling Indonesia, dari tempat tinggal mereka di Bandung kemudia ke Jakarta bertemu dengan Menteri Dalam Negeri H. Mardiyanto serta pengurus B2W (Bike to Work) untuk mengutarakan misi mereka mengayuh sepeda ke 33 provinsi di Indonesia. Keinginan itu disambut baik sang Menteri, dan pada tanggal 11 Agustus 2009 mereka berdua dilepas langsung dihalaman gedung kementrian dalam negeri mereka akan mengelilingi Indonesia dengan bersepeda

Sebelum ke Aceh Mereka telah melintasi Jawa, Bali, Lombok, NTT, NTB, Sulawesi, Papua dan Kalimantan, Aceh adalah provisi ke 23 yang akan mereka lintasi dan pelajari adat istiadat serta kebudayaanya sebagai bagian kazanah budaya bangsa yg kaya akan keberagaman serta mengkampenyekan sepeda sebagai alat transportasi dan sebagai bagian dari upaya kampanye kepada pemerintah daerah dalam kepekaan terhadap pengambilan kebijakan Pemda terhadap orang yg memiliki kekurangan.  Para pesepeda Aceh khususnya B2W chapter Aceh sangat berantusias ingin berjumpa serta membantu kelancaran kegiatan mereka selama berada di Banda Aceh, mulai dari bertemu dengan pejabat di pemerintah daerah maupun menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan.

 

Untuk Aceh sebagai bagian dari NKRI mereka akan mengambil start dari titik nol KM Indonesia yang terletak dipulau Weh Atau yg lebih dikenal dengan pulau Sabang. Dengan mengenakan Kaos Aceh Adventure yang menandakan mereka akan melakukan eksplorasi sebagian keindahan yang dimiliki Aceh, sabtu (24/04) pukul 09:00 start dari museum Tsunami banda Aceh diiringi para pesepeda Atjeh Bicycle Community mengantarkan mereka hingga pelabuhan Ulhe lee. Dua hari mereka menikmati keindahan pulau weh yang eksotik, dengan keterbatasan waktu mereka tidak dapat menikmati keindahan bawah laut sabang, malam hari menginap di kota sabang dan berbelanja beberapa  mercendise.  Esok hari  (25/04) adalah waktu yang tepat untuk menjumpai pejabat kota sabang, meskipun hari minggu Sekda Kota sabang menyambut dan menerima kami serta mengajak kami sarapan pagi dirumah dinasnya. Berhubung hari minggu pemerintah kota Sabang tidak dapat memfasilitasi mereka berdua. Pukul 13:00 kami masuk kapal KMP BRR dari pelabuhan Bebas Balohan menuju Ulhe lee ditempuh dalam waktu 1, 45 menit. Di Ulhe lee teman teman sudah menjemput dan mengiringi kami menuju museum Tsunami untuk melihat masuk kedalam museum yang didalamnya dipamerkan berbagai photo dari kegiatan pasca tsunami, rehab-recon serta beberapa video yang menggambarkan kedasyatan tsunami.

Satu minggu berada di Banda Aceh, Rabu pagi (28/04) bertempat di Tamansari Banda Aceh, Rahma dan Yunara  meninggalkan Banda Aceh melalui pantai Timur menyusuri pulau sumatera hingga Bandar Lampung, Serang Banten dan akan finish dilapangan Tugu Monas Jakarta. Diperkirakan perjalanan menyusuri pulau sumatera yang terkenal dengan bukit barisan akan makan waktu tiga bulan sehingga mereka berdua akan menyelesaikan misi ini di bulan  Agustus. Setelah berhasil mengelilingi Indonesia Yunara akan bersepeda mengelilingi dunia sebagai bagian kampenye penggunaan sepeda sebagai moda tranportasi dan mengkampanyekan penyetaraan terhadap tunarungu didunia, terutama untuk pemerintah yang diminta kepekaanya dalam pengambilan kebijakan. Di Aceh sendiri mereka telah banyak mempelajari budaya serta kebiasaan kota banda Aceh, mulai dari kuliner hingga merasakan duduk berlama-lama diwarung kopi. Semoga perjalanan menuju sumatera berjalan sesuai rencana tanpa halangan yang akan menghambat perjalanan mereka berdua.

Terimakasih kepada: Atjeh Bicycle Community
B2W chapter Aceh
Toko sepeda Serikat
Aceh Adventure
Sekda kota Sabang
Sekda Kota Banda Aceh
PMI Banda Aceh
Yayasan pelaGIS
Serta seluruh pihak yang telah banyak membantu

Tak banyak cerita yang dapat digali tapi photo banyak menggambarkan makna yang terekam, semoga Aceh member arti tersendiri dihati mereka akan keberagaman, kebersamaan dan kekeluargaan yang terjalin. Selamat jalan Teman semoga Allah SWT selalu melindungi kalian sekeluarga dan apa yang dituju dan diimpikan tercapai. Amin.